Selamat datang di Eldewis Pempek Palembang..Kami siap melayani anda ..dengan pelayanan terbaik...Tamu bagi kami adalah Raja...

Selasa, 19 Mei 2009

Tekwan Eldewis, Pengobat Kangen


Hidangan Khas Palembang
Tekwan Eldewis, Pengobat Kangen
Sumber Kompas Jumat, 8 Mei 2009 | 15:18 WIB

Semua pasti tahu hidangan khas Palembang adalah pempek. Namun, kekayaan kuliner Palembang bukan hanya pempek beraneka bentuk dan isi. Ada pula tekwan yang berkuah gurih dan segar. Hidangan itu adalah sejenis sup bening, berkuah kaldu udang dengan isi irisan bengkuang dan bihun, plus tekwan yakni bola-bola ikan lembut. Sajian tersebut makin istimewa dengan taburan seledri dan bawang goreng nan harum dan rajangan mentimun segar.

Sesungguhnya tekwan terbuat dari bahan yang sama dengan pempek yakni daging ikan tenggiri giling dan tepung sagu. Hanya saja ukurannya kecil seperti bakso ikan dan tidak perlu digoreng seperti pempek. Paduan sempurna untuk tekwan adalah kaldu udang berbumbu dan dihidangkan panas.

Mulailah menyantap tekwan dengan menyeruput kuahnya. Biarkan kelembutan kaldu udang mengalir di tenggorokan. Sesudah itu, cicipi bengkuangnya yang tetap terasa renyah walau berenang di kuah panas. Tekwannya? Hmmmm, lembut dan rasa ikannya sangat menonjol. Cocok sebagai pengobat kangen bagi mereka yang berasal dari Sumatera Selatan dan para pencinta hidangan khas Palembang.

Untuk menemukan tekwan yang lezat, pencinta kuliner dapat mengunjungi Warung Pempek Palembang Eldewis di Jalan Ngesrep Timur Raya Nomor 110, Kota Semarang. Lokasinya persis berhadapan dengan gedung futsal dan SPBU. Warung ini buka pukul 10.00 hingga 21.00.

"Di Semarang warung pempek terbilang jarang. Saya membuka warung ini untuk menyediakan pempek yang enak. Lagipula, selain enak pempek bebas kolesterol," kata Rina Supriani (39) yang usahanya didukung penuh sang suami R Soeko Murtono (44).

Setiap hari, Rina mengolah 10 kilogram ikan untuk menjadi pempek dan kerabatnya. Setiap 10 kilogram daging ikan menghasilkan 150 buah pempek selam. Namun, jika ada pesanan untuk pesta pernikahan atau hajatan lainnya, dia akan mengolah lebih banyak lagi. "Untuk pesta, minimal memesan 500 buah pempek," kata Rina, Kamis (7/5).

Menurut Rina, pempek dan tekwan buatannya selalu dibuat setiap hari. Alasannya, agar segar dan enak. Termasuk ketika mendapat pesanan untuk pesta, dia selalu membuat seluruh pesanan tersebut pada pagi hari sebelum waktu pesta pada hari yang sama. "Saya tidak mau memberikan pempek yang dibuat sehari sebelumnya," ujar Rina. (tia)





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar